Cerita Seks ABG Terbaru 2014 Mahasiswi Ngentot di Kamar Kost




Cerita Seks ABG Terbaru 2014
| CERITA SEKS!! Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost ini menceritakan kisah ngentot 2 mahasiswi cantik dan seksi dikamar kost. Aksi ini benar-benar penuh nafsu, sehingga membacanya pun pasti akan terbawa nafsu. Bagaimana cerita dewasanya, silahkan simak dibawah ini!

Cerita Seks ABG Terbaru 2014 Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost

Cerita Seks ABG Terbaru 2014 | CERITA SEKS!! Waktu sudah menunjukan jam 19.15 saat Mira dan Lisa pulang menghabiskan hari dari sebuah mall di sebuah kota kecil di Cirebon, kota tempat mereka menuntut ilmu pada sebuah Perguruan tinggi swasta terkemuka. Saat itu kampus mereka sedang liburan semester yang lumayan lama, sehingga banyak di antara teman-teman mereka yang memilih pulang kampung, namun bagi Mira dan Lisa lebih memilih untuk tetap tinggal di kota Cirebon karena tidak banyak yang dapat mereka kerjakan untuk mengisi waktu liburan di Jakarta kota asal mereka.

Cerita Seks ABG Terbaru 2014 | CERITA SEKS!! Sampai di tempat kost mereka kira-kira jam 10 malam. Saat itu daerah di sekitarnya sudah sepi begitupula di dalam kost-kostan karena semua penghuninya pulang ke kampung atau kota asal mereka masing-masing untuk memanfatkan waktu liburan kuliah mereka, dan kini tinggallah mereka berdua saja yang masih bertahan di dalam areal kost yang luas dan besar itu. Walau usia mereka terpaut jauh, mereka berdua sangatlah akrab karena selain mereka tinggal sekamar dan berasal dari Jakarta, di kampus mereka juga satu fakultas.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Mira saat ini berusia dualima tahun, sementara Lisa baru berusia sembilan belas tahun. Keduanya memiliki wajah yang cantik, Mira dengan bentuk badan yang berukuran sedang nampak anggun dengan penampilan kesehariannya, sedangkan Lisa memiliki tubuh yang mungil dan wajah yang imut-imut. Banyak pria yang tertarik kepada mereka berdua, karena bukan saja mereka cantik dan pintar, namun mereka juga pandai dalam bergaul dan ringan tangan.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Akan tetapi dengan halus pula mereka menolak berbagai ajakan yang ingin menjadikan mereka sebagai kekasih atau pacar dari para pria yang mendekati mereka. Mira saat ini lebih memilih berkonsentrasi untuk menghadapi sidang skripsinya, sedang Lisa yang baru menamatkan tahun pertamanya di kampus tersebut lebih memilih untuk aktif di organisasi kampus dari pada pacaran atau berhura-hura.

Cerita Seks ABG Terbaru 2014 | CERITA SEKS!! Sesampainya di kost, Mira langsung menuju ke kamar kost dan membuka pintu, sedangkan Lisa mampir dulu ke kamar mandi yang terletak agak jauh dari kamar kost mereka. Setelah membuka kamar, Mira begitu terkejut ketika dilihatnya kamar mereka sudah berantakan seperti habis ada pencuri. Belum lagi sempat memeriksa segalanya, tiba-tiba kepala Mira sudah dipukul dari belakang sampai pingsan.

Cerita Seks ABG Terbaru 2014| CERITA SEKS!! Mira tidak tahu apa-apa sampai tubuhnya digoncang-goncang seseorang hingga tersadar dan menemukan dirinya sudah dalam keadaan terikat di kursi tempat dia duduk untuk belajar dan mulutnya disumpal kain, sehingga tidak dapat bersuara. Belum lagi lama dia siuman, matanya terbelalak ketika melihat pemandangan di sekitarnya, ia melihat dua pria di depannya. Yang memerintahkannya bangun, orangnya berbadan tinggi besar dan kepalanya berambut gondrong dia hanya mengenakan celana jeans kumal, badannya telanjang penuh dengan tatto. Dan satu orang lagi juga berbadan agak gemuk, berambut acak-acakan juga hanya mengenakan celana jeans.

Cerita Seks ABG Terbaru 2014 | CERITA SEKS!! Wajah mereka khas, usia mereka sekitar 38 tahunan. Sementara kamar kost mereka dalam keadaan tertutup rapat, jendela pun yang tadinya agak sedikit terbuka kini telah tertutup rapat. Tidak beberapa lama kemudian mata Mira kembali terbelalak dan ingin menjerit, karena kedua orang itu ternyata dikenalnya. Yang membangunkan dia bernama Kasim dan satu lagi bernama Danu atau sering dipangil Komenk. Mereka berdua adalah teman dari Donce pemilik kost yang sering nongkrong di tempat itu, pekerjaan mereka tidak jelas.

Cerita Seks ABG Terbaru 2014 | CERITA SEKS!! Memang beberapa waktu yang lalu Mira dan Lisa dikenalkan oleh Donce kepada Kasim dan Komenk. Karena dengan setengah memaksa Donce, Kasim dan Komenk ingin dikenalkan dengan Mira dan Lisa yang waktu itu baru pulang dari kampus.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Rupanya mereka berdua tertarik dengan kecantikan Mira dan Lisa. Akan tetapi rupanya cinta mereka bertepuk sebelah tangan, Mira dan Lisa lebih sering menghindar untuk bertemu dengan Kasim dan Komenk. Dan yang membuat hati Mira menjerit dan panas adalah begitu sadar sepenuhnya dan mengetahui Kasim sedang duduk di pinggir ranjang mereka sambil memangku Lisa yang saat itu sudah tinggal memakai pembungkus payudara (BH/Kutang) dan celana dalamnya (CD) saja yang berwarna putih.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Lisa sambil menangis memohon-mohon minta dilepaskan, air matanya telah membasahi wajahnya yang cantik itu. Tapi si Kasim yang badannya jauh lebih besar itu tidak menghiraukannya, dia mulai meremas-remas payudara Lisa yang baru sekepalan tangan orang dewasa itu yang masih terbungkus pembungkus payudara itu, kemudian menjilati leher Lisa.

“Diam, jangan macam-macam atau kupatahkan lehermu, nurut saja kalau mau selamat..”!

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Setelah itu dilumatnya dengan rakus bibir indah Lisa dengan bibirnya, Hmp.., cup.., cup.., begitulah bunyinya saat kedua bibir mereka beradu. Air liur pun sampai menetes-netes keluar, rupanya lidah Kasim bermain di dalam rongga mulut Lisa. Sementara itu Komenk yang berada di samping Mira berkata kepada Mira

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! “Hei, loe sudah bangun ya, teman loe ini boleh juga, gw pake dia dulu ya, baru setelah itu giliran loe, nah sekarang loe perhatikan gw baik-baik kalo sampe loe nanti engga bisa muasin nafsu gw, mampus deh loe..”! sambil mengelus-elus kepala Mira. Mira mau berontak tapi tidak dapat berbuat apa-apa, Mira pun mulai pucat.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Lalu Kasim yang masih memangku Lisa menyudahi serbuan bibirnya dan berkata, Ok Sayang, ini waktunya pesta, ayo kita bersenang-senang! Dia memerintahkan Lisa berlutut di depannya dan memerintahkannya membukakan celana jeans kumalnya, lalu mengulum batang Kontol-nya.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Sambil menangis Mira memohon belas kasih, “J.. ja.. angan.. tolong jangan perkosa saya, ambil saja semua barang di sini”! Belum selesai berkata, tiba-tiba, Pllaakk!!!

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! “Masukkan ke dalam mulut loe, hisap atau gw bunuh loe..”! si Kasim menampar pipinya dan menjambak rambutnya. Dengan terpaksa Lisa dibuat berlutut di depannya,

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Terpaksa dengan putus asa dan wajah yang pucat dan gemetar, Lisa membuka celana Kasim dan begitu dia menurunkan celana dalam Kasim tampaklah Kontol Kasim yang telah membesar dan menegang. Tanpa membuang waktu Kasim segera memasukkan kemaluannya itu ke mulut Lisa yang mungil itu. batang Kontol-nya tidak dapat sepenuhnya masuk karena terlalu besar, dengan kasar dia memaju-mundurkan kepala Lisa.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! “Hhmpp.., emphh.. mpphh..”! begitulah suara Lisa saat mulutnya dijejali dengan Kontol Kasim.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Komenk juga tidak tinggal diam, rupanya nafsu telah memenuhi otaknya, setelah dia melepas celana jeansnya dia berdiri di samping Lisa, memerintahkan Lisa mengocokkan batang Kontol-nya yang juga telah membesar dengan tangan. Kontol Komenk tidak sebesar temannya, tapi diameternya cukup lebar sesuai dengan tubuhnya. Sekarang Lisa dalam posisi berlutut dengan mulut dijejali Kontol Kasim dan tangan kanannya mengocok Kontol Komenk.

“Emmhh.. benar-benar enak emutan gadis cantik ini, lain dari yang lain..”! kata Kasim.

“Iya, kocokannya juga enak banget, tangannya halus nih..”! timpal Komenk.

Beberapa lama kemudian nampak tubuh Kasim menegang, seluruh badannya mengejang, dan

“A.. akh….. Aaaahhhhhhhhhh…”!!! Kasim akhirnya menyemprotkan pejunya di mulut Lisa.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Cairan putih kental memenuhi mulut Lisa menetes di pinggir bibirnya seperti banyak diliah di video bokep, dan Lisa terpaksa meminum semuanya karena takut ancaman mereka dan juga kuatnya pegangan tangan Kasim di kepalanya. Setelah itu mereka melepas pembungkus payudara dan CD Lisa, sehingga dia benar-benar telanjang bulat sekarang, tampaklah payudara dan bulu-bulu kemaluannya yang masih halus dan jarang.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Waw cantik sekali anjing ini. ujar Komenk sambil memandangi tubuh bagian dada dan bawah Lisa yang sedang terisak-isak ketakutan.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Kali ini Komenk duduk di pinggir ranjang dan memerintahkan Lisa berjongkok di depannya sambil terus memijati dan mengocok Kontol dengan tangannya. Lisa terpaksa menuruti kemauan Komenk itu sambil sesekali dipaksa untuk menjilati ujung batang Kontol-nya, sehingga Komenk mendengus keenakan. Sementara itu si Kasim mengambil posisi berbaring di bawah kemaluan Lisa dan menjilati liang vaginanya sambil sesekali menusuk-nusukkan jarinya ke liang Memek nikmat itu. Seketika itu Lisa kaget

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! “Ehhgh.., iihh.. iih.. eggmhh..”! Lisa pun merintih-rintih jadinya, badannya menggeliat-geliat akibat tusukan jari-jari serta jilatan lidah Kasim di memek perawan Lisa.

“Ayo Bitch!!.., kocok terus barang gw..”! bentak Komenk sambil menampar kepala Lisa.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Kembali Lisa mengocok kemaluan Komenk sambil badannya terus meliak-liuk karena kemalunnya mendapat serangan dari tangan dan lidah Kasim. Dari bibirnya pun terus terdengar suaranya merintih-tintih.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Sekitar 10 menit dikocok, Komenk memuncratkan Pejuh-nya dan membasahi wajah serta rongga mulut Lisa. Kali ini Lisa sudah tidak tahan dengan rasa cairan itu, sehingga dia memuntahkannya. Melihat itu Komenk jadi gusar, dia lalu menjambak rambut Lisa dan menampar pipinya sampai dia jatuh ke ranjang.

“Pelacur an***g..! Kurang ajar, berani-beraninya membuang air pejuh ku. Kalo sekali lagi begitu, kurontokkan gigi loe, dengar itu..”! bentaknya.

Kasim pun terpaksa menyudahi aktifitasnya dan ikut-ikutan menampar Lisa.

“Goblok..! gw lagi asyik nikmatin memek loe. loe jangan macem-macem ya..”! bentak Kasim.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Lisa hanya dapat menangis memegangi pipinya yang merah akibat dua kali tamparan itu. Nampak kemarahan Mira bangkit karena teman dekatnya diperlakukan begitu. Mira meronta-ronta di kursinya, tapi ikatannya terlalu kencang sehingga hanya dapat membuat kursi itu bergoyang-goyang. Melihat reaksi Mira si Kasim berkata..

“Kenapa? loe tidak terima ya pacar loe gw pinjam, tapi sayang sekarang loe nggak bisa ngapa-ngapain, jadi jangan macem-macem ya, ha.. ha.. ha..! Abis ini giliran loe yang gw entot..! Hahaha..”!

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Mereka kembali menggerayangi tubuh Lisa, kali ini Kasim merentangkan tubuh Lisa di tempat tidur dan membuka lebar kedua pahanya, dan segera mulai memasukkan batang kejantanannya ke liang Memek nikmat Lisa.

“Ja.. Jaa.. jangan. Aduh.., tto.. long.., Mbak Mira. Ampun Bang..”! pinta Lisa sambil mencoba berontak tapi dengan sigapnya Komenk membantu Kasim dengan memegangi kedua tangan Lisa.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Kontol yang ukurannya besar itu dimasukkannya dengan paksa ke liang Memek nikmat Lisa yang masih sempit, sehingga dari wajah Lisa terlihat dia menahan sakit yang amat sangat, tangisannya pun semakin keras.

Cerita Seks Mahasiswi di Kamar Kost | CERITA SEKS!! Setelah hampir seluruh batang Kontol-nya terbenam di dalam liang Memek nikmat Lisa, Kasim mulai memaju-mundurkan pantatnya, mulai dengan irama pelan hingga dengan cepat. Keringat pun dengan deras membasahi kedua tubuh itu. Beberapa saat kemudian dari sela-sela kemaluan Lisa mengucur darah segar bercampur dengan cairan bening hingga warnanya berubah menjadi merah muda meleleh membasahi paha Lisa.

Cerita Sex ABG Goyangan Hot Tante Yuni


Tante Yuni


Cerita dewasa sedarah bersama tanteku ini, merupakan cerita sedarah yang masih ada hubungan kekerabatan atau keluarga, dan perlu anda ingat bahwa cerita dewasa sedarah dengan tanteku ini berbeda dengan Cerita ngentot terbaru atau pun cerita dewasa terbaru yang lain-lainnya karena cerita sedarah ini sangat asik sekali, oke tanpa basa-basi lagi kita akan memulai memasuki babak cerita dewasa sebagai berikut ini silahkan pilih aja:

Cerita dewasa sedarah dengan tanteku ini bermula saat aku masih duduk dikelas 3 smu . Oh ya Namaku Wawan, umurku sekarang 26 tahun. Ada sebuah Cerita Dewasa Seks yang sampai saaat ini masih saja terus kukenang dan selalu kuingat. yaitu sebuah kejadian cerita dewasa yang masih terus kuingat sampai saat ini. Saat sma aQu dititipkan kepada seorang tanteku. Tanteku ini cantik dan tubuhnya mulus aduhai bikin semua pria yang liat pasti pengen segera berhubungan tubuh dengannya. Oke deh langsung aja pada inti cerita kali ini. Yuk kita simak aja gimana sih adegan seks sedarah yang saya lakukan dengan tanteku ini ?

Tanteku namanya Yuni, dia ini seorang “Single parent” dengan tiga orang anak; dua perempuan dan satu laki-laki. Suaminya sudah meninggal karena kecelakaan mobil. Suaminya ini memang seorang pembalap lokal yang tidak terkenal namanya. Dengan tiga orang anak dan umurnya yang sudah 37 tahun, tanteku ini masih saja kelihatan seksi. Tubuhnya terawat, karena dengan kondisi keuangannya yang mapan, tanteku secara teratur senam. Hasilnya, walaupun dengan tiga orang anak,
tubuhnya tetap terawat dengan baik. Pantatnya besar dengan pinggul yang juga besar tapi pahanya selain putih dan mulus juga singset tanpa ada tumpukan lemak sedikitpun. Payudaranya lumayan besar, entah kira-kira berapa ukurannya akupun tidak tahu tapi yang jelas masih sekal tidak kendor layaknya seorang Ibu yang sudah melahirkan tiga orang anak.

Kejadiannya berawal pada saat yang tidak diduga sama sekali. Saat itu di rumah sedang tidak ada orang hanya ada tanteku yang sedang asyik memasak untuk hidangan makan siang, kebetulan hari itu jadwal mengajar tanteku hanya satu mata kuliah saja. Sepulang sekolah, aku menemukan tanteku didapur sedang asyik memasak. Dengan langkah gontai karena kecapekan, aku langsung menghampiri meja makan.
cerita sex,cerita dewasa,cerita mesum,cerita ngentot, ngentot artis, cerita bokep
“Tante Yun, belum siap yah makanannya?” tanyaku kelaparan.
“Belum Wan, sabar yah. Ini lo si Suti (pembantu tanteku) pulang tadi pagi, jadinya ya gini nih repot sendiri” keluh tanteku
Di dahinya terlihat cucuran keringat, belum lagi tangannya yang belepotan dengan berbagai macam bumbu yang sedang diraciknya. Kelihatan sekali kalau tanteku tidak pernah kerja “Sekeras” ini. Walaupun begitu, entah kenapa terlihat sekali wajah tanteku semakin cantik. Saat itu dia hanya menggunakan daster pendek yang sebenarnya tidak ketat tapi karena bentuk pantat dan pinggulnya yang besar, daster itu jadi kelihatan agak ketat dan memetakan garis dari celana dalamnya kalau dia sedang membungkukkan badannya. “Ah, seksi sekali” pikirku kotor.

“Wawan bantuin ya Tante?” tawarku.
“Boleh Wan, sini!” ternyata tanteku tidak keberatan.
Tidak ada angin tidak ada hujan, belum sampai aku mendekat, entah karena apa tiba-tiba kran air di cucian piring copot dari pangkalnya. Otomatis air yang langsung dari tandon air yang penuh menyembur dengan derasnya mengenai tanteku yang kebetulan ada didepannya.
“Aduh Wan, tolong.., gimana ini?” tanteku dengan paniknya berusaha menutupi saluran air yang menyembur dengan tangannya.
Karena tubuh tanteku tidak terlalu tinggi, untuk mencapai saluran itu dia harus sedikit membungkuk. Terlihat sekali dasternya yang sudah basah kuyup itu sekali lagi memetakan pantatnya yang besar. Garis celana dalamnya kini terlihat lebih jelas.
Dengan tergesa-gesa, tanpa pikir-pikir lagi aku segera mendekat dan membantunya menutup saluran air itu dengan tanganku juga. Tanpa aku sadari ternyata posisi tubuhku saat itu seperti memeluk tubuhnya dari belakang. Bisa di bayangkan, tanpa sengaja juga kontolku mengenai belahan pantatnya yang sekal. Keadaan ini bertahan beberapa lama. Hingga menimbulkan sesuatu yang kotor dipikiranku.
“Aduh Wan gimana ini?” tanya tanteku tanpa bisa bergerak.
“Duh gimana ya Tante, aku juga bingung.” kataku mengulur waktu.
Saat itu, karena gesekan-gesekan yang berlebihan di kontolku, aku jadi tidak bisa menahan gairah untuk merasakan tubuhnya. Pelan-pelan aku melepas satu tanganku dari saluran air itu, pura-pura meraba-raba disekitar cucian piring, mencari sesuatu untuk menutup saluran air itu sementara. Tanpa sepengetahuannya aku justru melepas celanaku berikut juga celana dalamku. Memang agak susah tapi akhirnya aku berhasil dan dengan tetap pada posisi semula kini bagian bawahku sudah tidak tertutup apa-apa lagi.

“Wah, nggak ada yang bisa buat nutup Tante. Sebentar Wawan carikan dulu yah”
Kini niatku sudah tidak bisa ditahan lagi, pelan-pelan aku melepas peganganku di saluran air.
“Pegang dulu Tante” kataku sedikit terengah menahan gairah.
“Yah, gih sana cepetan, Tante sudah pegal nih” sungut tanteku.
Kemudian tanpa pikir panjang, secepat kilat aku menyingkap dasternya, kemudian secepat kilat juga berusaha untuk melorotkan celana dalamnya yang entah warnanya apa, karena sudah basah kuyup oleh air, warna aslinya jadi tersamar.
“Ehh.. apa-apan ini Wan, jangan gitu dong!?” tanpa sadar tanteku melepas pegangannya disaluran air untuk menahan tanganku yang masih berusaha melepaskan celana dalamnya. Air menyembur lagi.

“Auhh.. ohh” suara tanteku jadi tidak jelas karena mulutnya kemasukan air. Tanpa sadar juga tanteku berusaha untuk menutup saluran air dengan tangannya lagi, otomatis tanganku sudah tidak ada yang menahan lagi.
“Kesempatan” pikirku, dengan satu sentakan celana dalam tanteku melorot sampai diujung kakinya.
“Auwch.. duh Wan jangan, aku ini tantemu, jangann..” Mohon tanteku.
Kepalang tanggung, aku langsung jongkok. Aku lalu menyibak pantatnya yang besar dan mencari liang senggamanya. Kudekatkan kepalaku, kujulurkan lidahku untuk mencapai vaginanya.
“Auwchh.. Wan.. ahh..” jilatan pertamaku ternyata membuatnya bergetar tanpa bisa beranjak dari tempat semula, kalau bergerak air pasti akan menyembur lagi.

Lidahku semakin leluasa merasakan aroma dari vaginanya, semakin kedalam membuat tanteku bergetar hebat. Entah kenapa sudah tidak ada lagi bahasa tubuhnya yang menunjukkan penolakan, yang ada kepalanya semakin menggeleng-geleng tidak keruan. Kecari klitorisnya, memang agak sulit, setelah dapat kuhisap habis, dua jariku juga ikut menusuk liang vaginanya. Tidak terkira jumlah lendir yang keluar, tak lama kemudian, terasa pantatnya bergetar hebat.

“Ahh..hh Wann.. ahh aouhh..” dengan erangan keras, rupanya tanteku sudah mencapai orgasme. Tubuhnya langsung lunglai tapi tanpa melepas pengangannya dari saluran air.
“Aduh aku belum apa-apa” pikirku.
Langsung aku berdiri, kusiapkan senjataku yang sudah mengacung dengan keras. Dengan dua tanganku aku coba menyibakkan kedua belahan pantatnya sambil kudekatkan kontolku kevaginanya. Kudorongkan sedikit demi sedikit. Begitu sudah betul-betul tepat dimulut liang kenikmatannya, tanpa ba-bi-bu langsung kulesakkan dengan kasar.

“Ahh sakit Wan.. pelan.. auh” kepala tanteku langsung melonjak keatas, tanpa sengaja pegangannya di saluran air terlepas. Air menyembur dengan deras. Kepalang basah, begitu mungkin pikir tanteku karena selanjutnya dia hanya berpegangan dipinggiran cucian piring. Sudah tidak ada penolakan pikirku.

Kudiamkan sebentar kontolku yang sudah masuk hingga pangkalnya didalam vagina tanteku, ku nikmati benar-benar bagaimana ternyata vagina yang sudah mengeluarkan tiga orang manusia ini masih saja nikmat menggigit. Sensasi yang sangat luar biasa sekali. Pelan-pelan kutarik, kemudian kudorong lagi.

“Oohh.. Wan enak, terus sayang..yang cepat aouhh.. ahh.. terus sayang” pantatnya bergoyang melawan arah dari kocokanku.
“Nah gitu Wan, ouhh.. ya gitu teruuss..” Pinta tanteku.
Aku terus mengocokkan kontolku dengan cepat. Sebentar kemudian tubuhnya mulai bergetar hebat.
“Yang cepat Wan, Tante sudah mau keluar lagi.. ouhh.. terus” kepalanya semakin menggeleng-geleng tidak karuan.
“Cepatt.. cepatt truss.. ouchh.. Tante kelluaarr.. aghh” Orgasmenya telah sampai dibarengi dengan kepalanya yang melonjak naik, tangannya mencengkeram pinggiran cucian piring dengan erat.
“Cabut dulu Wan.. Tante linuu..” pinta tanteku, karena merasakan aku yang masih mengocoknya dari belakang.
“Akan wawan cabut, tapi janji nanti diteruskan ya Tante?” kataku.
“Iya, tapi sekarang dari depan aja yah” janji tanteku.

Tubuhnya kemudian berbalik. Wajahnya sudah awut-awutan dan basah kuyup. Kemudian dia duduk diatas cucian piring sambil menghadapku. Aku mendekat, langsung kucari bibirnya dan kemudian kami berpagutan lama. Sambil kami berciuman, satu tangannya membimbing kontolku kearah liang vaginanya. Tanpa disuruh dua kali kudorongkan pantatku dibarengi dengan masuknya juga kontolku.

“Ahh.. oohh..” erang tanteku, ciuman kami terlepas.
“Kocokkan yang cepatt wann..” pinta tanteku sambil pahanya semakin dilebarkan.
“Begini Tante..” Kataku sambil mengocokkan kontolku dengan cepat.
“Gila kamu Wann.. kuaatt sekalii kamuu..” sambil satu tangannya menarik satu tanganku, kemudian ditaruhnya di bagian atas vaginanya. Aku tahu mau maksudnya.
“Yahh yang ituu.. teruss Wann.. ohh enakk.. Wan teeruss..” rintih tanteku ketika sambil kontolku mengocok vaginanya tanganku juga memelintir klitorisnya.
“Ohh Wan, Tante hampir sampai..” tubuhnya mulai bergetar agak keras.
“Aku juga hampir sampai Tante.. ohh punya Tante eenakk..” aku mulai tidak bisa mengendalikan lagi, orgasmeku tinggal sebentar lagi.
“Dikeluarin dimana Tante?” tanyaku minta ijin.
“Udah nggak usah mikirin itu, ayoo teruss.. didalemm jugaa nggakk Papa”
“Ayoo..Tante udah diujung nihh wann..”
“Ouhh.. enakk.. cepatt Wann.. yangg cepatt” rintih tanteku.

“Goyang Tante, kita barengan ajaa.. oghh” orgasmeku sudah diujung.
Semakin kupercepat kocokanku, tanteku juga mengimbangi dengan menggoyang pantatnya. Sambil berpegangan pada belakang pantatnya, kukeluarkan air maniku.
“Aku keluarr tantee.. aughh..” sambil kubenamkan dalam-dalam.
“Tante juga Wann.. oughh akhh.. gilaa.. uenakknya..” erangnya sambil jemarinya mencengkeram bahuku.
Akhirnya kami berdua terkulai lemas. Kudiamkan dulu kontolku yang masih ada didalam vaginanya. Kulirik ada sedikit lelehan air mani yang keluar dari vaginanya. Seperti tersadar dari dosa, tanteku mendorong badanku.
“Kamu nakal Wan, berani sekali kamu berbuat ini” sungut tanteku.
“Tapi Tante juga menikmatinya kan?” belaku.
Tanpa berkata apa-apa, dia kemudian turun, meraih celana dalamnya kemudian berlalu kekamar mandi. Aku berusaha mengejarnya tapi dia sudah lebih dulu masuk kamar mandi kemudian menguncinya.
“Tante air di tandon tadi sudah habis loh” candaku dari luar kamar mandi tapi tidak ada balasan dari dalam.

Nah itulah cerita dewasa atau cerita panas sedarah dengan tanteku, dan cerita ini memang aku tuliskan untuk anda para penikmat cerita panas dan cerita dewasa sedarah.

Cerita Seks ABG IBu Tiriku yang Sexy

Ibu Tiri yang 


Jam loceng sudah menunjukkan pukul 5.00 pagi. Liana memang tidak boleh memejamkan matanya. Puas sudah dipujuk tapi kedua matanya masih lagi galak, langsung belum menunjukkan tanda-tanda ingin pejam. Sedikit pun tidak dirasakan keinginan untuk tidur biarpun malam telah larut. Tidak seperti lelaki yang terdampar di sebelahnya yang telah lama dibuai mimpi.

Liana menatap wajah lelaki yang umurnya sudah melebihi separuh abad. Bertubuh kurus dan berkulit sawo matang. Rambutnya yang mula memutih menunjukkan tanda usianya yang sebenar. Tubuh kurus lelaki itu juga menjadi tatapan nakal mata bundar Liana. Liana melihat sekujur tubuh lelaki itu yang terlentang telanjang tertidur pulas di sisinya.
Liana kecewa melihat betapa lenanya lelaki itu tidur. Tentu sekali kerana keletihan, setelah hampir separuh dari malam yang kian tua itu dia berusaha membuktikan kejantanannya yang semakin luntur, seperti malam-malam sebelumnya. Tapi hasilnya tetap sama. Lelaki itu tertewas awal sebelum Liana mencapai klimaks. Hanya kegelisahan yang menemaninya setiap malam.
Liana tidak dapat melelapkan matanya sungguhpun badannya terasa letih melayan setiap keghairahan lelaki itu dengan penuh rasa rela. Setiap inci tubuhnya telah menjadi santapan berahi lelaki yang berusia 50 tahun yang sedang tidur itu hingga dia terasa lesu sekali. Malah Liana masih dapat merasakan cairan hangat benih lelaki itu yang mengisi ruang wanitaannya. Namun keletihan ltu belum cukup untuk membuat Liana mengantuk.
Liana yang berumur dua puluhan itu masih terbayang desakan ayahnya agar berkahwin dengan penghulu pencen beranak satu yang kematian isteri dua tahun lalu. Ayahnya banyak berhutang dengan penghulu Pak Daud. Bagi menebus segala hutangnya maka Liana diserahkan ayahnya sebagai isteri Pak Daud.
Dalam terpaksa Liana menerima lamaran Pak Daud sungguhpun dia telah mempunyai kekasih waktu itu. Sejak itu dilaksanalah tugasnya sebagai isteri yang patuh. Kehendak seks Pak Daud dilayan dengan baik tetapi kehendak seksnya yang membara itu tidak dapat disempurnakan oleh Pak Daud dengan baik.
Perlahan-lahan Liana turun dari katil, mengutip pakaian tidurnya yang terdampar di atas lantai bilik lalu menyarungkan ke tubuhnya yang juga berkeadaan telanjang. Kemudian Liana keluar dari bilik menuju ke bahagian dapur. Dia ingin membasahkan tekaknya yang terasa dahaga.
Dalam perjalanannya ke dapur, Liana melintasi bilik Arif anak lelaki tunggal Pak Daud yang masih bersekolah tingkatan tiga. Dilihatnya pintu bilik itu tidak tertutup rapat dan lampu bilik masih lagi menyala terang menandakan penghuni bilik itu masih belum tidur.
Liana menghampiri daun pintu bilik yang terbuka lalu mengintai ke dalam. Diperhatikan yang budak lelaki remaja itu sedang bersandar malas di kepala katil bujangnya. Matanya pula sedang begitu tajam menatap sebuah buku yang terbuka di tangannya. Tajuk buku itu membuat Liana tersenyum, dan satu fikiran yang nakal mula menyelinap di hati wanita itu.
"Arif belum tidur lagi ke?" tanya Liana pada anak tirinya, Arif yang sedang leka membaca buku lucah...
"Arif belum tidur lagi ke?" tanya Liana pada budak lelaki remaja belasan tahun itu sambil menolak daun pintu bilik hinggakan ianya terbuka luas.
Tindakan Liana itu telah mengejutkan budak lelaki remaja yang sedang khusyuk itu.
"Eh, Kak Liana!" soal pemuda itu agak terkejut, sambil berusaha menyelitkan buku yang dibacanya itu di bawah bantal. Harapannya agar wanita yang berusia 25 tahun itu tidak sempat membaca tajuk buku tersebut.
"Kak Liana.... ayah dah tidur ke?" soal budak lelaki remaja itu sambil berusaha menghilangkan rasa terkejut dan gugup dengan kehadiran Liana yang tiba-tiba.
Arif membahasakan ibu tiri kepada ibu tirinya yang muda itu. Ibu tirinya itu hanya dua puluh tahun saja lebih tua darinya. Liana pun lebih suka Arif memanggilnya ibu tiri daripada ibu atau makcik.
"Sudah, keletihan agaknya," jawab Liana tanpa segan silu, kerana dia sedar budak muda remaja itu memang sudah lebih dari tahu tentang hubungan sebenar antara Liana dan orang tuanya.
"Akak tak boleh nak tidur, malam ni panas betul," ujar wanita itu lagi tanpa perlu ditanya.
“Yalah, Kak Liana," Man mengangguk setuju.
Mata Arif mencuri-curi melihat tubuh montok ibu tirinya. Liana perasan Arif memerhatinya tetapi Liana buat-buat tak tahu sahaja. Tergiur juga budak remaja yang sedang berkembang itu. Kesuburan tubuh genit wanita itu amat terserlah biarpun cuba disembunyikan di sebalik kain batik kemban yang membaluti tubuhnya. Lebih-lebih lagi di bahagian dada yang membusung.
"Buku apa yang kau baca tadi, Man?" soal Liana sambil langsung tidak ambil kisah dengan renungan nakal mata budak remaja itu pada batang tubuhnya.
Dia bagai sengaja membiarkan budak lelaki remaja itu mencuci mata sesekali. Tambahan pula Liana sendiri terasa seronok apabila diperhatikan begitu.
"Buku cerita, Kak Liana," jawab Arif cuba berbohong.
"Cerita seks, kan?" teka Liana dengan senyuman penuh makna.
Arif cuma mampu tersengih malu lantaran rahsianya diketahui. Wajahnya bertukar merah padam….
"Eeerr….takde la Kak Liana. Sa..saya tak baca citer lucah macam tu..," Arif masih menafikannya.
"Jangan bohong..! Akak tahu," pintas Liana sambil matanya mengenyit nakal.
Arif langsung berdiam tergamam.
"Akak nak tengok sekejap;" pinta Liana, sambil melabuhkan punggungnya yang bulat dan padat itu di atas tilam, betul-betul bersebelahan dengan tubuh budak lelaki remaja itu sendiri.
Tangannya dihulur ke bawah bantal Arif sambil badannya dirapatkan ke muka budak lelaki remaja itu. Arif tercium bau badan Liana yang harum. Nafsu mudanya mula bangkit. Wajah Arif kelihatan merah padam menahan malu. Daging tetek Liana yang berbalut kain batik kemban menyentuh kulit pipinya.
"Apa yang terpacak di bawah selimut tu? Masya Allah..! Arif telanjang bulat ke bawah selimut tu..?" tanya Liana sambil menunjuk selimut yang menutup badan Arif.
Arif tertunduk malu sambil cuba menutup tonjolan di bawah selimut yang menutup tubuhnya yang telanjang bulat. Liana melihat Arif serba tidak kena. Wajahnya semakin merah padam diasak pertanyaan oleh ibu tirinya yang genit.
Liana mencapai buku lucah yang dibaca oleh Arif tadi. Buku tersebut bertajuk ‘Koleksi Cerita Persetubuhan SumbangMuhrim’. Liana menyelak-nyelak helaian buku tersebut yang mula membaca mukasurat yang menarik perhatiannya…
“Batang konek Tajul menujah-nujah lubang faraj ibunya dengan tanpa perasaan bersalah. Rogayah mengerang-erang kenikmatan tatkala lubang farajnya dicerobohi oleh batang konek anak lelakinya sendiri. Kedua-dua ibu dan anak itu tenggelam dalam perzinaan yang haram itu….” Liana membaca sebahagian dari petikan cerita buku tersebut.
Arif tertunduk menahan malu yang amat sangat…
"Lepas baca buku macam ni apa yang Arif buat..? Melancap ke…?" tanya Liana sambil meletakkan buku lucah itu kembali di tepi katil.
"Eerrmm…kadang-kadang…tak tahan..." jawab Arif tersekat-sekat
“Arif pancut kat mana…?’ tanya Liana.
“Eerr…pancut atas cadar tilam jer….” jawab Arif tertunduk malu.
"Air mani Arif itu tak elok dibuang merata-rata. Benih pekat Arif itu patut disemai pada tempat yang sepatutnya." Ujar Liana
Budak lelaki remaja yang berusia 15 tahun itu tergamam sejenak mendengar kata-kata ibu tirinya itu. Tak terduga olehnya yang Liana akan berkata sebegitu. Dia menatap wajah Liana yang ayu itu sambil cuba menyelami maksud yang tersirat di sebalik kata-kata wanita itu.
Sedang dia asyik melayani konsentrasi tersebut, tiba-tiba dia tersedar yang jari-jemari Liana telah pun menyelusup masuk ke dalam selimutnya. Batang pembiakannya yang keras tegang pantas digenggam dan dibelai mesra oleh jari jemari Liana yang halus itu.
"Eh, Kak Liana...! Apa yang akak buat ni?" soal budak lelaki remaja itu kerana terkejut dengan perbuatan Liana yang tidak semena-mena itu.
"Syyyh... Jangan banyak soal Arif," ujar Liana yang merasakan kewanitaannya bagaikan tercabar dengan sikap malu dan keanak-anakan Arif. Semakin meluap luap hasratnya untuk merasai keterunaan anak lelaki tirinya yang masih remaja itu.
"Kak.. Liana... eerrmm….aahhh...ja..jangan…" dengus Arif yang dilanda keenakan. Dia seolah-olah tidak percaya dengan apa yang sedang diperlakukan oleh ibu tirinya pada batang konek remajanya.
Arif hanya mampu terbaring sambil menikmati belaian jari-jemari lembut ibu tirinya, Liana....
Apa yang sedang berlaku bagaikan suatu mimpi. Dia hanya mampu menikmati belaian jemari lembut Liana yang begitu mesra dan mengasyikkan. Liana pula semakin galak membelai batang pembiakan budak lelaki remaja itu yang sememangnya cukup tegang dan keras di bawah selimut yang nipis.
Tergerak di hatinya untuk menyuruh budak lelaki remaja itu menyelak selimutnya dan sekaligus mendedahkan batang konek miliknya. Tetapi menyedari yang Arif masih malu-malu, Liana tetapi mengambil keputusan untuk membiarkan dulu. Tidak perlu terburu-buru, fikirnya sambil terus galak mengurut-urut batang konek pembiakan Arif.
Batang konek budak lelaki remaja itu digenggam dengan jari-jemarinya yang halus. Dengan gaya yang lembut dan perlahan Liana menggerakkan genggamannya, dari bawah kepala konek hingga turun ke pangkal, lalu naik semula ke atas. Sesekali kerandut telur batang konek budak lelaki remaja dipegang-pegang dengan ramasan yang serba mesra.
“Kak Liana.. uurrhh…eerrmm…ta..tak tahan lagi….!!" jerit budak lelaki remaja itu tiba-tiba. Tubuh remajanya mengeletik-geletik tidak keruan seperti mengalami kekejangan...
Kemahiran seni belaian jari wanita itu telah membuatkan si budak lelaki remaja itu tidak lagi dapat membendung kemuncak nafsu syahwatnya. Namun jeritan amarannya itu sudah agak terlewat. Beberapa detik kemudiannya, Arif mengerang-erang keenakan sewaktu benihnya memancut-mancut keluar dari batang pembiakannya yang menyentak-nyentak keras.
“Aaarrhhh…Kak…Lianaaaa…AARRHHKK….!!” jerit Arif tatkala air mani pekatnya memancut-mancut keluar ketika batang koneknya terus-menerus diurut-urut oleh ibu tirinya sendiri. Mukanya merah kerana terlalu awal tewas di tangan Liana.
“Eerrm..Arif ni cepat sangat terpancut. Terkejut akak dengan pancutan pekat Arif ni..." ucap Liana lembut bagaikan terkejut dengan apa yang telah berlaku.
Cukup banyak air mani si budak lelaki remaja telah diperahnya. Habis jari jemarinya berlengas-lengas dengan cecair yang serba melekit-lekit itu. Namun tangannya masih belum mahu rela melepaskan batang konek milik si budak lelaki remaja itu.
"Ini kali pertama Arif ke..?" soal Liana sambil menatap ke wajah budak lelaki remaja itu. Dia amat memahami keadaannya.
"Eermm..yea, kak. Tak pernah perempuan lancapkan batang konek Arif sebelum ni." angguk Arif terus terang.
Hakikat ketewasan yang sebegitu mudah masih lagi tidak dapat diterima Arif. Ketika Liana cuba bangkit bangun, Arif memegang bahu Liana menahannya. Begitu nekad dia bertindak menghalang Liana daripada bangun berdiri. Dia seolah tidak mengizinkan wanita itu keluar meninggalkannya. Nafsu syahwatnya telah dirangsangkan dan mahukan kesempatan untuk menerokai rahsia kewanitaan milik isteri muda bapanya. Dia benar-benar mahu membuktikan kejantanannya pada Liana.
“Nanti Kak Liana….beri la peluang kedua pada Arif. Arif akan cuba tahan air mani Arif lebih lama.” rayu Arif sudah mula terangsang.
"Sabar Arif, akak bukan nak ke mana-mana," lembut Liana bersuara seolah-olah dapat membaca fikiran Arif.
Liana perlahan-lahan mula meleraikan ikatan kain batik kemban yang membaluti tubuh montoknya. Beberapa detik kemudian terpisahlah kain batik Jawa tersebut dari batang tubuh gebunya itu.
"Kak Liana…." rengek budak lelaki remaja itu yang benar-benar kagum.
Selama ini dia hanya dapat membayangkan saja keayuan tubuh wanita itu. Tetapi kini, hampir seluruh keindahan lahiriah wanita itu terpampang khusus buat tatapan matanya. Liana merasa cukup tersentuh apabila menyedari akan pancaran kekaguman yang terpancul dari sepasang mata budak lelaki remaja itu.
Begitu terpukau Arif menatap kesuburan dua daging tetek susu subur milik ibu tirinya. Kini tiada seurat benang yang menutup tubuh bogel Liana sekarang. Dia melabuhkan kembali daging bontotnya yang bulat dan padat itu di atas tilam bujang Arif. Liana mengadapkan tetek gebunya ke arah budak lelaki remaja belasan tahun itu. Dia pasrah merelakan kegeraman mata budak lelaki remaja itu menatap sepasang daging bersusu subur yang membonjol di dadanya.
Arif mengangkat mukanya perlahan-lahan dan merenungi pula wajah manis Liana yang sedang tersenyum mesra. Dari raut wajah budak lelaki remaja itu, Liana sudah dapat membaca bahawa ada satu bara keinginan yang sedang membahang di hatinya. Dia cukup mengerti akan maksud keinginan tersebut.
"Hisap la Arif, tak perlu malu-malu. Tetek akak ni tengah menantikan nyonyotan rakus bibir remaja Arif tu…" ucap mesranya yang bertujuan mengundang.
Pada mulanya si budak lelaki remaja itu masih nampak teragak-agak untuk menjamah dagin tetek kembar milik Liana. Namun luapan nafsunya semakin keras mendesak agar segera disambut akan undangan nakal tersebut.
“Cepat Arif..! Nyonyot tetek akak ni..! Buktikan kejantanan Arif tu..! Jangan jadi teruna DAYUS..!” teriak Liana sengaja mengapi-apikan nafsu syahwat anak lelaki tirinya.
Teriak Liana yang mengapi-apikan nafsu syahwatnya membuatkan Arif jadi nekad. Pantas kedua tangann remajanya menerkam tetek ibu tirinya yang masih kenyal dan mengkal itu. Pertama kali Arif menyentuh sepasang daging tetek seorang wanita. Dielus-elusnya mesra. Kelunakan kedua mahkota kebanggaan Liana itu ditangani dengan serata-ratanya.
“Eerrmm…aarrhh…se..dappp….Arif…” terbit desihan manja dari bibir mongel wanita itu.
Usapan perkenalan nakal si budak lelaki remaja itu pada bongkahan daging tetek kembarnya telah merangsangkan urat-urat kenikmatan di tetek gebunya. Mata Liana yang bundar itu langsung memejam. Dia leka berkhayal melayani cucuran kesedapan yang menghurungi sepasang tetek bersusunya itu.
“Uuurrhh…jangan usap jer…ramas-ramas tetek akak tu…Picit kuat-kuat putting tetek akak tu…” rengek Liana dengan matanya yang kuyu menahan kenikmatan.
Melihat reaksi Liana yang sebegitu rupa, si anak tiri jadi kian berani. Lantaran jari-jarinya pun mulalah memicit-micit nakal untuk menguji tahap kekenyalan tetek pejal Liana. Lepas tu barulah dia meramas-ramas kedua belon daging susu itu dengan penuh geram.
Kejutan itu memaksa Liana merengek-rengek di antara rasa geli dan enak yang bercampur-baur. Wajah manis itu serba kemerahan akibat dibakar keghairahan. Manakala si anak tiri pula semakin rakus tatkala meramas dan menguli bonjolan daging susu suburnya itu. Mata Liana rapat terpejam. Sementara bibirnya pula tak henti-henti mengadukan rintihan dan rengekan nafsu.
Keberanian Arif makin terdorong dengan reaksi Liana yang begitu rupa. Lantaran dia pun mula menunduk, merapatkan mukanya pula ke tetek berombak Liana. Liana membuka kedua kelopak matanya buat seketika apabila merasakan nafas-nafas hangat budak lelaki remaja itu menyapu di pangkal teteknya. Dia sempat menyaksikan bibir Arif menaup puting susunya yang di sebelah kiri.
"Ahhh... Arif.... Arrrnhhh..." rengek wanita itu penuh ghairah, ekoran dari sedutan demi sedutan bibir rakus si budak lelaki remaja itu.
Jari-jemari Liana menggenggam sejemput helaian rambut di kepala anak tirinya. Manakala tetek montoknya pula dibusungkan ke hadapan untuk menyuakan lagi tetek susunya untuk dibaham si budak lelaki remaja itu. Arif terus ghairah menyonyot-nyonyot puting tetek Liana. Kemanisan susu milik Liana mula memancut-mancut ke dalam tekak dahaga Arif. Budak lelaki remaja itu begitu rakus menyonyot-nyonyot cecair putih pekat yang memancut itu seolah-olah sewaktu kecilnya dahulu dia tidak puas menyusu.
“Eerrmm…aaarrrhhh….jan..jangan gelojoh sa…sangat, Arif. Sa…sakit tetek akak dibuatnya..eeenngghh….” erang Liana sedikit perit.
Dari tetek yang kiri, beralih pula bibir Arif ke tetek sebelah kanan. Begitu lahap si budak lelaki remaja itu berulang-ulang kali memerah kesuburan gudang susu kepunyaan si Liana. Kelahapan si budak lelaki remaja terhadap sepasang payudara itu telah berjaya menenggelamkan Liana di dalam lautan nafsu syahwat.
Sedang bibirnya giat mendera tetek subur wanita itu, tangannya pula mula merayap nakal. Segenap inci tubuh genit Liana itu dijalarinya. Kehangatan telapak tangannya itu begitu giat menerokai seluruh pelusuk tubuh Liana.
“Arif.... Aaarrhh.... Please be gentle....." bibir munggil Liana mendesis-desis dengan penuh manja apabila merasai kesan rabaan rakus yang menjalari tubuhnya.
Telapak tangan si budak lelaki remaja itu bergerak merentasi perutnya yang landai lalu menghinggapi bahagian pangkal pahanya. Keadaan di situ kian membengkak lantaran diusik-usik jari-jemari budak remaja itu.
"Arif….jangan, sayang….." Liana menyeru nama budak lelaki remaja itu dengan nada separuh merayu. Dia benar-benar sudah tidak tahan lagi.
Namun budak lelaki remaja itu bagaikan tidak mendengar akan rayuan ibu tirinya itu. Malah Liana rasakan semakin lama semakin rakus sepasang tetek bersusunya itu dikerjakan Arif.
"Arif... Please….cukup la tu...." rengeknya lagi sambil menolak tubuh budak lelaki remaja itu menjauhi tubuhnya.
Tindakkan Liana itu memaksa Man menghentikan nyonyotan bernafsunya.
"Kenapa Kak Liana?" soal Man yang bagaikan tidak puas hati dengan tindakan Liana itu.
Bibirnya berketap dengan penuh geram. Kesan kesan yang serba kemerahan penuh terpalit pada kedua gudang susu wanita itu akibat dari kerakusan serangan berahinya tadi.
"Akak dah tak tahan ni.... Biar akak pula yang ambil alih…." jawab Liana dengan senyuman nakal.
Dengan perasaan tidak sabar Liana terus menarik selimut nipis yang menutupi tubuh muda remaja Arif. Tindakan pantas Liana itu telah membebaskan batang pembiakan anak tirinya yang tadi bersembunyi. Selimut nipis itu dicampakkannya di lantai bilik bujang Arif. Kini alat sulit mengawan Arif sudah pun bebas membatang segar di pangkal pahanya. Liana menjilat-jilat bibirnya sendiri apabila melihatkan kehebatan batang alat mengawan budak lelaki remaja itu.
“Eerrmm..boleh tahan besarnya…..tujuh inci….I loike..!!” ujar Liana kagum.
Pantas Liana memanjat naik ke atas katil bujang itu dan mula mengangkangi tubuh kurus budak lelaki remaja yang berkeadaan separuh baring itu.Kawasan segitiga berahinya diposisikan supaya berada betul-betul di atas batang pembiakan segar yang sedang tegak menongkat langit itu.
“Eerrghh…akak….sa…saya tak pernah buat lagi ni…” ujar Arif gementar memikirkan nasib keterunaannya.

“Jangan risau Arif, sayang. Biar akak yang uruskan urusan ‘pecah tanah’ teruna Arif ni. Arif duduk je diam-diam…” arah Liana tersenyum sinis.
Liana tunduk lalu mempertemukan kedua ulas bibir pantatnya yang ranum kepada bibir kepala konek budak lelaki remaja itu. Melihatkan keadaan Arif yang begitu gementar, Liana menghadiahkan sebuah kucupan yang manja dan ghairah di bibir anak tirinya itu. Arif hanya mampu mendiamkan diri menikmati kemanisan bibir mongel ibu tirinya itu.
Sedang Arif dibuai keasyikan kucupan ghairah yang dihadiahkan ibu tirinya itu, secara diam-diam pula Liana merapatkan rekahan bibir pantatnya ke hujung kepala konek anak tirinya yang tegak menegang kukuh. Jari-jemari Liana yang mulus dengan lembut menggenggami batang konek milik Arif. Kepala konek budak lelaki remaja itu pula dengan perlahan-lahannya dipertemukan pula pada bibir pantat Liana yang sudah lama becak kebasahan.
“Aarrhh…iisskk…akak…” dengus Arif apabila sesuatu yang basah dan hangat menyentuhi kepala batang koneknya.
Arif mula menyedari akan apa yang sedang Liana lakukan. Dengan terburu-buru dan tidak sabar, Arif menujah bahagian bawah bontotnya ke atas. Tindakan Arif itu telah menyebabkan kepala batang koneknya secara tiba-tiba dan kasar menerobos masuk di antara bibir pantat Liana.
"Arif..! Ahhh.. jangan....!!" teriak Liana dengan penuh manja seolah-olah belum bersedia untuk menerima kehadiran batang pembiakan muda remaja milik Arif yang menujah menerobos secara tiba-tiba.
“Urrghh….aarrhh….dah masuk pun..aarhh…Kak Liana…!!” teriak Arif menahan lazat yang maha hebat.
Buat julung kalinya dia merasai nikmat persetubuhan haram. Arif dapat merasakan yang lubuk pembiakan milik Liana itu begitu sendat dan serba hangat biarpun lenjan basah.
“Eerrmm…aarrhh…Arif ni…aaarrhh…gelojoh sangat….” balas Liana sambil mengenggam baki batang konek Arif yang masih di luar lubang pantatnya itu.
Sebenarnya Liana memang telah menjangkakan sikap gelojoh dan rakus budak lelaki remaja yang masih mentah itu. Genggaman jari-jemari Liana telah berjaya menghalang penerokaan keseluruhan batang konek tersebut ke dalam lubuk pantat tembam Liana. Hanya kepala batang konek Arif sahaja yang terperangkap di antara bibir lembab pantat Liana itu.
"Arif, sayang….…biar akak saja yang buat," pujuk Liana dengan nada manja yang bertujuan untuk memujuk budak lelaki remaja yang sememangnya sudah tidak mampu lagi bersabar menyerahkan terunanya pada Liana..
Arif menatap wajah ayu Liana yang masih kemerahan dibakar ghairah. Lalu dia pun mengangguk perlahan, seolah memberi persetujuan. Maka dengan perlahan-lahan, Liana pun menolak daging bontot padatnya ke bawah, agar batang pembiakan budak lelaki remaja itu dapat memulakan penerokaan nafsu ke dalam alur pantat tembamnya.
Sedikit demi sedikit ianya terbenam ke dalam tubuh Liana. Kehadiran batang penceroboh remaja itu mulai mengisi ruangan lubang nafsu yang memang dah bersedia menantikan pencerobohan haram tersebut.
"Aaahhh…uurrhh....." keluhan enak wanita berpengalaman itu terpacul ketika menyambut kehadiran batang pembiakan Arif yang begitu keras membatang segar.
“Ooorrhh….akakkk….eerrgghhhh….ke..ketattttt….” erang Arif tidak tertahan lagi.
Budak lelaki remaja itu mula mengeluh kelazatan. Geseran hangat pada dinding pantat Liana yang ruangnya memang sendat itu mencengkam batang konek si budak lelaki remaja dengan keenakkan yang tidak terhingga.
"Sabar Arif, sayang..... Sikit saja... aarrhhh ... lagi ... Teruna Arif akan jadi milik akak…aarrhh…sebentar jer lagi….uuuhhh…." Liana berbisik manja ke telinga Arif tatkala budak lelaki remaja itu mula terkial-kial ingin mengangkat bahagian bawah tubuhnya.
Desakan nafsu syahwat Arif jelas menyuruhnya untuk menikam terus batang konek remajanya terus ke dalam lubuk pembiakan Liana yang sudah hangat membecak. Liana sendiri kian gagal mengawal kerakusan si budak lelaki remaja itu. Kedua-dua tangan Liana berusaha menahan kelangkang anak tirinya dari menujah terus ke atas. Namun tangan Arif yang bertenaga itu pantas menepis dan menguis ke dua-dua tangan Liana dan……….
“YEEAARGGHHH….!!!!!! Aaarrggghhh….!!!! Masuk juga akhirnyaaa…!!!!” jerit Arif sambil memegang erat kedua-dua tangan Liana dan pada waktu yang sama menunjal keras batang koneknya ke atas menyebabkan keseluruhan tujuh inci batang koneknya terbenam menyumbat rapat lubang pembiakan subur ibu tirinya itu.
Akhirnya, bulu-bulu lebat d di pangkal paha kedua-dua tubuh Liana dan Arif saling bertemu bersimpul. Liana baru menyedari bahawa lubang pantatnya kini terasa begitu sendat disumbat oleh batang konek anak tirinya yang sememangnya besar dan panjang. Liana merasakan yang batang konek kepunyaan Arif lebih padat dank eras berbanding dengan Pak Daud, ayah Arif.
Dengan sekali henyak batang konek Arif tersumbat jauh dalam lubang pantat Liana....
“Eeergghh…uuugggghh….sendat betul lubang…akak ni…batang konek Arif ni terasa berdenyut-denyut kuat…aaarrgghhh…” rengek Arif dengan nafas yang mencungap-cungap.
Liana membiarkan dulu batang konek Arif terbenam di dalam tubuhnya beberapa ketika untuk menikmati kehadirannya. Dada kurus Arif turun naik kencang menahan rempuhan perasaan berdebar lantaran kehilangan terunanya sebentar tadi. Liana mula perasan yang kerandut telur Arif mula mengecut menandakan yang air mani pekatnya mula berkumpul dengan kadar banyak dan cepat. Denyutan batang konek anak tirinya yang masih tersumbat jauh dalam lubang peranakannya juga semakin kuat.
“Ahh…nampaknya batang konek si Arif ni hampir nak terpancut. Aku tak boleh biarkan saja ni…” fikir Liana dalam hatinya.
Menyedari yang anak tirinya akan mencapai klimaksnya terlalu awal, Liana tunduk mengucupi bibir budak lelaki remaja itu dengan penuh berahi. Lidahnya nakal menggauli lidah budak lelaki remaja itu.
“Sluuurrpp…sluuurrpp…chuurrpp…chhuuurrrpp…” lidah Liana dan Arif saling berbelit-belit di dalam mulut budak lelaki remaja itu menghasilkan bunyi berdecup-decup basah…
Dalam kesempatan itulah Liana mengangkat kembali daging bontot padatnya perlahan-lahan, membuatkan batang konek budak lelaki remaja itu bergerak keluar meninggalkan lubang pembiakannya. Tetapi Arif segera tersedar akan perbuatan ibu tirinya itu dan tangan remajanya pantas menangkap pinggang ramping Liana. Arif yang nyata tiada pengalaman, bagaikan tidak mengizinkan pemisahan sementara itu.
"Sabar sayang ... kejap lagi akak jamin lubang pantat subur akak tu akan menjadi milik Arif untuk buat apa saja," Liana memujuk manja sewaktu kepala konek Arif hampir-hampir terpisah dari bibir pantatnya yang basah itu.
“Kenapa Kak Liana….? Arif tengah stim giler tadi…” ujar Arif agak hampa.
“Tak boleh, Arif. Tadi akak tengok Arif dah hampir nak terpancut. Akak nak Arif bertenang dulu. Ambik nafas dalam-dalam okay..” nasihat Liana.
Arif mengangguk tanda faham. Tubuhnya kembali terbaring sambil cuba menenangkan perasaan gelojak remajanya itu. Di waktu yang sama Liana mula mengurut-urut perlahan-lahan batang pembiakan anak tirinya untuk memastikan yang batang daging segar keras itu sentiasa keras dan tegang tanpa kehilangan momentum kerasnya walaupun sedikit.
“Eeerrrmmm…aarrhh…uuurrhhh…akak….Arif rasa dah okay dah…dah tenang….” ujar Arif setelah 3 minit berehat.
“Bagus sayang….. kita boleh sambung kembali perzinaan haram kita ni…Akak pun dah tak sabar dah….” balas Liana sambil kembali mencangkung di atas tubuh remaja Arif.
Apabila Liana merasakan yang batang konek Arif sudah cukup keras dan tegang dia pun menekan kembali bontot padatnya ke bawah perlahan-lahan. Sedikit demi sedikit batang pembiakan anak tirinya menerobos masuk dan akhirnya terbenamlah daging keras bernafsu budak lelaki remaja itu di celah kelangkang Liana. Liana mula mengepam-ngepam tubuh montoknya turun naik beberapa kali. Cukup perlahan dilakukannya bagi membiasakan batang remaja itu dengan kesedapan lubang pantatnya.

“Uuuurrghh….eeerrgghh…eeaarrhh….see…dappp…sayang….” rengek Liana penuh kenikmatan.
Liana terpaksa berhati hati kerana tidak mahu Arif memancutkan air mani pekatnya terlalu awal. Setiap kali daging tegang tunggal budak lelaki remaja itu bergerak masuk dan keluar lubang pantatnya, setiap kali itu juga bibir pantatnya seperti di sedut masuk dan terjuih keluar. Alur daging keras budak lelaki remaja itu kian lancar merodok-rodok lubang peranakan subur milik Liana. Liana sendiri kian galak mengepam-ngepam daging padat bontotnya ke atas dan ke bawah. Jeritan-jeritan ghairahnya kian menjadi-jadi, memenuhi ruang bilik itu.
Arif pula mula aktif mainkan peranannya sebagai pasangan mengawan Liana. Budak lelaki remaja itu menujah-nujah bontotnya ke atas setiap kali Liana menekan lubang pantatnya ke bawah. Arif sedaya upaya menahan sambil merengus-rengus apabila lubuk peranakan Liana menyalurkan keenakkan kepada batang pembiakannya. Namun pengalaman cetek Arif tidak mampu menandingi pengalaman seks ibu tirinya. Dalam masa tidak sampai 10 minit Arif merasakan yang cecair pekat hangat yang tersimpan rapi dalam kerandut telurnya mula mendidih dan akhirnya meletup jua..!!
“Urrrgghh….sa..saya dah tak tahan ni.….Arif dah nak pancut air mani ni…Aaarrrgghh….” jerit Arif tatkala air benih suburnya memancut-mancut keluardan terus meleleh-leleh membasahi alur lubang peranakan Liana.
Di dalam kehangatan lubuk peranakan Liana, batang konek Arif telah diselaputi sepenuhnya oleh cecair lendiran nafsu batang koneknya yang telah memancut keluar dengan pekat dan banyak. Takuk batang konek Arif menggedik-gedik dan mencanak-canak seperti mahu melepaskan diri dari ruang sempit di dalam saluran pembiakan ibu tirinya itu. Setiap kali Arif mengundurkan batang koneknya, Liana akan menekan ke bawah daging bontotnya padat-padat lalu dilenyek-lenyekkan untuk menikmati kelazatan yang maksimum. Senak perut kurus Arif dibuatnya apabila dihempap-hempap oleh tubuh montok ibu tirinya.
“Uuurrggghh…Arif dah puas, Kak Liana….eerrmm…penat la…” rengek Arif keletihan setelah pertama kali klimaks di dalam lubang pantat seorang wanita subur.
Melihat anak tirinya sudah keletihan, Liana perlahan-lahan mencabut keluar batang konek budak lelaki remaja itu. PLOOPP..! Kedengaran bunyi vakum yang terhasil apabila kepala cendawan konek Arif meninggalkan lubang peranakan Liana.
“Arif kena layan akak lagi. Akak belum klimaks lagi ni. Puaskan lubang berahi akak ni baru Arif boleh rehat dan tidur.” ujar Liana dengan nada agak hampa setelah Arif seperti tidak larat meneruskan persetubuhan haram mereka ini.
Liana lantas menonggeng pula di atas tilam bujang. Bontotnya dinaikkan dan ditonggekkan tinggi. Bahu dan mukanya di rendahkan dan dibaringkan rata di atas tilam. Keadaan posisi Liana kini seolah-olah sedang sujud sembahyang.
“Cepat Arif..! Jangan berhenti lagi. Puaskan lubang pantat akak ni. Cepat sikit..! Waktu solat Subuh dah hampir menjelang..!!” perintah Liana dengan nada keras.
“Eeerr…b..baik..Kak Liana….” ujar Arif serba salah. Walaupun badannya lesu dan letih, namun batang koneknya masih berada dalam keadaan keras dan tegang.
Dalam keadaan ibu tirinya sujud menonggeng seperti anjing betina hendak mengawan itu, Arif membawa daging batang koneknya dan mengeselkan bibir kepala koneknya di celah bibir pantat Liana. Menitik-nitik air mazi Arif apabila bontot Liana yang berisi dan berlemak itu menonggek di hadapan matanya. Jelas kelihatan simpulan dubur dan pantat tembam Liana. Simpulan lubang dubur ibu tirinya itu jelas mengundang perasaan berahi yang amat sangat. Arif mengambil keputusan yang dia ingin meliwat lubang najis ibu tirinya sendiri. Dia lantas menguak simpulan lubang dubur Liana dengan kepala koneknya dan perlahan-lahan menekan lembut sehinggalah keseluruhan kepala koneknya yang berbentuk cendawan tersumbat padat dalam lubang najis Liana.
Liana yang dari tadi dibuai kenikmatan tersentak apabila terasa lubang duburnya di cerobohi sesuatu. Dia baru menyedari yang anak tirinya mempunyai niat untuk meliwat lubang najisnya itu.
“Eehh…Arif, bukan lubang tu…jangan masuk dalam lubang najis tu..! Jangan…jangaaAAARRHHKK..!!” bantahan Liana sudah pun terliwatterlewat apabila Arif terlebih dahulu menyantak masuk batang koneknya secara mengejut dan kasar.
“YEAARRGGHH…!!!! Aaahh…ketat..nyer…lubang najis akak ni…eeerrghh…!” Arif mengerang-erang dengan penuh lazat.
Meremang roma dan meleleh liur Arif ketika kulit batang koneknya mengengsot dan menggesel rongga lubang dubur ibu tirinya. Sebentar kemudian Arif menyantak lagi batang pembiakan muda remajanya di dalam lubang dubru seorang ibu tiri yang subur. Liana melalak dan merengek ketika simpulan lubang duburnya yang empuk dan sempit itu ternganga luas lantaran disodok oleh Arif. Arif terus menyontot luabng najisLiana semahu-mahunya. Badan ranum ibu tirinya itu sangat lazat dan enak. Kemampatan dan keberatan bontot Liana menghukum batang konek remaja Arif dengan kemutan padu yang mampu membuatkan batang konek mana-mana lelaki memancut dengan cepat.
“Yaarrgghh…Eeaarrgghh….perlahan sikit Arif…Lubang dubur akak ni…terasa perit sangat…Eeaarrrhkkkk….!!” melalak-lalak Liana dibuatnya tatkala lubang duburnya dihukum sula dengan begitu kasar sekali oleh batang konek anak tirinya.
Arif menujah-nujah lubang dubur ibu tirinya dengan penuh bernafsu sekali....
Setelah sepuluh minit lubang dubur Liana dihukum sula, akhirnya wanita matang itu tertewas jua. Melalak-lalak betina subur itu mencapai kemuncak kepuasan. Lubang pantatnya memancut-mancut air maninya sehingga membasahi tilam bujang Arif.. Paha dan betis montok Liana mengejang-ngejang dan badan mantapnya pula menggelupur penuh dengan kepuasan. Liana merengek-rengek sambil lubang sempit najisnya mengemut-ngemut batang konek anak tirinya. Perbuatan spontan Liana itu membuatkan Arif juga tertewas. Batang pembiakannya mengembang dan mencanak semaksimum mungkin, bersedia untuk meledakkan cecair benih yang banyak dan subur ke dalam lubang peranakan ibu tirinya yang ranum dan matang itu
“Uurrhhh…akak…saya dah nak terpancut lagi….tak dapat tahan lagi ni…AARRGGHH..!! jerit Arif apabila batang koneknya secara tiba-tiba mencanak keras dan memuntahkan lendiran pekat putihnya.
Crroottt…! Crroott..! Croottt..! Pancutan demi pancutan kehangatan cairan benihnya tersemai di serata dataran subur di dalam pantat milik ibu tiri yang matang itu. Namun Liana ternyata masih lagi belum mahu menyerah kalah. Apatah lagi puncak kelazatan kelaminnya sendiri baru dirasai sekali sahaja.
“Akak belum puas lagi….Akak nak lagi batang Arif tu..!!” ujar Liana.

“Aarrghh…aduhh…kak…Arif dah betul-betul tak larat dah ni…” rayu Arif kelesuan yang amat sangat.
Liana buat tidak peduli dengan rayuan Arif. Tubuh Arif yang letih longlai itu di tolaknya sehingga tubuh muda remaja itu kembali terlentang di atas tilam bujangnya. Liana kembali memanjat tubuh longlai Arif dan kembali mencangkung di atas kelangkang anak tirinya itu. Tangan kanan Liana pantas mengenggam batang konek Arif yang sudah agak kendur itu lalu mengocok-ngocok daging jantan budak lelaki remaja itu.
“Yeearrgghh….aarrhh….aduhh…senak batang saya ni….akak…aaarrggghh…!!” Arif mengerang kesenakan lantaran batang koneknya mula terasa sengal yang amat.
Namun begitu Arif terpaksa bertahan. Tak sampai 5 minit batang koneknya kembali mencanak keras biarpun terasa sengal. Dengan segera Liana yang berada dalam keadaan mencangkung di atas kelangkang Arif mula mengesel-geselkan kepala konek anak tirinya dan kemudian menghempapkan tubuh montoknya rapat ke kelangkang Arif. Konek muda remaja yang masih cetek pengalaman itu terpaksa melanjutkan perjuangannya biarpun telah memancutkan segala muatannya. Ianya terus menikam lubuk kelamin Liana. Terasa ngilu di bahagian hujung kepala. Rengekan lazat dari bibir si Liana kian lantang. Malahan lebih lantang dari bunyi keriutan berkarat katil bujang budak lelaki remaja itu yang terpaksa menampung beban berat pasangan mengawan yang sedang perzinaan haram itu.
Henyakan demi henyakan tubuh Liana yang tak henti-henti itu telah membuatkan wajah Arif berkerut-kerut menahan kesedapan berbaur keperitan. Koneknya terasa amat sedap apabila bersarang di dalam sarung kelamin milik Liana namun pada waktu yang sama kelangkangnya terasa senak dan sengal apabila daging bontot padat ibu tirinya menghempap keras tubuh kurusnya. Hasilnya ialah tenaga muda remaja Arif semakin lama semakin hilang. Nafas Arif semakin sesak mencungap kepenatan yang amat sangat.
“Kak…Liana…Aaarrgghh….Arif dah tak…larat dah…Uurrhhh….sekejap lagi…Arif dah nak…..terpancut air mani…lagi….uuuhhh…” Arif mengerang-erang lemah.
Mendengar rintihan lemah Arif, Liana menghempapkan daging bontotnya yang padat buat kali terakhir dan serapat yang mungkin sehingga kepala batang konek anak tirinya itu mencecah dasar batu meriyannya….Buat kali keduanya konek budak lelaki remaja itu gagal bertahan lagi. Lantaran itu Arif sekali lagi melepaskan pancutan demi pancutan air maninya yang likat itu. Crroott..! Croott..! Creettt..! Sekali lagi jugalah kesuburan dataran bunting Liana itu dicurahi semburan lendiran benih baka yang serba panas dan segar.
"Aarrggh…Arif….uurrhh….." akhirnya Liana sendiri pun tidak lagi mampu meneruskan perjuangan berahinya. Dia tertewas di dalam terjahan badai kepuasan.
Liana mengerang panjang sambil tubuhnya menjadi kejang seketika. Lubang peranakannya mengemut-ngemut saki baki air mani berlendir Arif dalam usahanya memerah kemuncak kenikmatan perzianaan yang maha ganas itu. Akhirnya tubuh berpengalamannya longlai kehilangan tenaga lantas menyembam jatuh menimpa tubuh kurus remaja anak tirinya.
“Aarrhh…aarrhh…akak…puas, Arif. Batang konek Arif memang hebat….aarrhh…” rengek Liana keletihan yang amat sangat.

“Uuurrh….aahhh…lubang pantat akak pun hebat…Arif cukup puas…sebab dapat buntingkan lubang peranakan akak…aarrhh…” balas Arif sebelum terlentuk lesu.
Dengan raut wajah yang penuh kepuasan, Liana terdampar kelesuan di atas tubuh budak lelaki remaja itu. Tidak sampai 3 minit kemudian, kedua-dua manusia yang baru mengalami perzinaan yang maha hebat itu terlena keletihan di atas tilam bujang yang serba sempit itu.

Kelihatan sepasang mata tua mengintai aksi perzinaan yang baru sahaja selesai disebalik daun pintu bilik yang tidak tertutup rapat. Tangan tua milik susuk tubuh tersebut mengigil-gigil mengenggam menahan marah.

“Sampai hati…..” bisik hati Pak Daud dengan penuh kebencian dan kesedihan.
“Aku tahu yang tubuh tua aku ni tak kuat seperti dulu…tetapi kenapa anak lelaki aku yang kau goda…?” ujar Pak Daud perlahan.
Dengan matanya yang mula berkaca-kaca, Pak Daud berjalan perlahan-lahan menuju ke dapur. Sebaik sahaja tiba di dapur, tangan tuanya menarik laci kabinet dapur dan mencapai keluar sebilah pisau pemotong daging berukuran 15” inci. Kemudian seperti orang yang terpukau, Pak Daud berpaling dan mengorak langkahnya perlahan-lahan menuju bilik bujang anak lelakinya, Arif. Pisau pemotong daging itu digenggamnya erat-erat……….